Rini sang Pendiam yang Belajar Mandiri

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010

Pada suatu malam yang tenang rini sedang mengetik di kamarnya, lalu tiba-tiba pak Sharoni memanggil Rini, “ Rin, Rini.., kamu lagi ngapain? “ Rini diam saja sambil membatin “ngapain ya ayah tanya gitu?” . kemudian Rini save cerpen yang dia buat untuk dikirimkan pada suatu media masa dan keluar dari kamar. Diruang makan Rini dikagetkan dengan banyaknya makanan yang tersaji di meja makan. Rini pun bertanya “Ayah kok banyak makanan di meja makan,mau ada acara apa?” Ayah dengan senyum menjawab “Inget ndak ini tanggal brp?” “11 January” sambila menjawab itu Rini berfikir ada apa dengan tanggal 11 january. Ibu menyahut, “Masa lupa sih,tanggal 11 Januari kan ulang tahun perkawinan ayah dan bunda!”. Rini pun langsung memberikan selamat dengan mecium kedua pipi orang tuanya. Setelah Rini memberkan selamat, mereka bertiga makan masakan yang telah tersaji diatas meja makan. Ketika sedang makan bersama, ayah Rini bertanya kepadanya “Rin setelah kemarin ayah mengerti bahwa nilai ujian Nasionalmu rata-ratanya 9,rencana ayah akan mengkuliahkan kamu di Belanda, bagaimana menurutmu?” Rini terdiam beberapa saat “Hmm… sepertinya pendidikan di Indonesia juga bagus dech yah, Rini ingin ikut Ujian SNMPTN” ayah Rini pun terheran dengan kata-kata anaknya itu, sebagai anak tunggal ayahnya sangat ingin sekali mengkuliahkan anaknya ke perguruan tinggi d luar negeri. “Ada baiknya yah Rini kuliah di Indonesia saja,kita sebagai orang tuanya bisa memantau si Rini!” kata bunda Rini meredam keinginan ayahnya. Ayahnya melanjutkan makannya dengan hati yang agak kecewa. “baiklah,kalau begitu akan ayah suruh mang ujang untuk menemani Rini pada saat pendaftaran SNMPTN”. Karena ayahnya tidak ingin terjadi suatu hal yang tidak diinginkan maka menyuruh ujang menemani Rini saat pendaftaran, tetapi Rini ingin mendaftar tanpa ditemani oleh mang ujang karena apabila mang Ujang ikut menemaninya, Rini selalu lebih banyak diam tidak tahu bagaimana prosesnya. “Ayah,Rini pengen Rini sendiri yang daftar k panitia lokal Surabaya, Rini pengen tau gimana rasanya pendaftaran SNMPTN sampe nanti waktu ujian”. “Lalu dengan siapa kamu kesana?” Ayah rini langsung menanyakan. “Dengan teman-teman yah!” tanpa mengerti teman siapa yang mau dia barengin mendaftar SNMPTN. Ibu Rini pun angkat bicara “Y owes lah yah, mungkin Rini pengen lebih mandiri!”. Ayah Rini hanya mengaggukan kepala tanda menyetujui apa yang Rini inginkan. Kemudian melanjutkan makannya.
Setelah Rini selesai makan dia langsung pamitan pergi ke kamarnya. Sesampai dikamarnya Rini berfikir siapa ya yang mau dia ajak daftar SNPTN bareng. Tak lama handphonenya berbunyi tanda sms masuk. Dibacanya, ternyata dari Didi. Dibukanya sms dari didi, isinya “met malem Rini! Lagi apa ni? Ganggu ga?” seketika itu Rini teringat kalau didi punya janji traktir nonton bioskop dengannya, Rini pun memiliki ide “Bagaimana ya kalo traktiran nonton Didi diganti sama daftar SNMPTN bareng, mau ndak ya didi?” kemudian Rini menanyakan melalui sms kepada Didi, tak lama handphonenya berbunyi kembali dan didi bersedia menyetujui mengantar sekaligus daftar SNMPTN bareng Rini.r
Pada hari pendaftaran pukul 7 pagi Rini telah di Jemput oleh didi, mereka langsung berpamitan dengan orang tua Rini untuk mendaftar SNMPTN d Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dalam perjalanan hati Rini terus bertanya-tanya bagaimana cara pendaftaran  SNMPTN. Sesampainya d UNESA merekapun segera bertanya kepada petugas. Oleh petugas tersebut Rini dan Didi mendapatkan kertas panduan cara mendaftar SNMPTN hingga pelaksanaan ujiannya. Pertama mereka harus membeli formulir d loket yang telah disediakan, ada tiga loket yaitu iPA, IPS dan IPC. Mereka mengantri d loket IPS karena Didi ingen masuk jurusan Teknologi Pendidikan UNESA sedangkan Rini ingin masuk jurusan Psikology UNAIR. Sekitar 25 menit mereka mengantri, akhirnya mereka mendapatkan formulir SNMPTN. Kemudian mereka mengisi kolom-kolom yang harus di isi dengan teliti. Setelah selesai mengisi mereka harus mengantri lagi untuk mengumpulkan formulir dan beberapa persyaratan pendaftaran, setelah lama mengantri rini lebih dahulu masuk untuk mengumpulkan formulirnya. Didepan petugas pengumpulan formulir, Rini diharuskan menandatangani beberapa kolom dan melakikan cap jari guna keabsahan menjadi peserta SNMPTN. Setelah proses tadi selesai Rini pun mendapatkan kartu ujian SNMPTN dan tinggal menunggu saat ujiannya.
Setelah mereka berdua selesei pendaftaranya. Didi mengajaknya makan d Royal Plaza. Sesampainya di Royal Plaza tepatnya di Foodcourt, Rini bertanya kepada Didi “Eh did,km kok tumben mau nganterin aku?” “ah, masa sama temen pertimbangan sih” kaya Didi. “Ngomong-ngomong kamu dapet tempat ujiannya dimana di?” “di fakultas ekonomi UNESA rin,kamu?” “wah… bisa nebeng lagi donk,aku d Fakultas Teknik UNESA. Boleh kan nebeng lagi!” sambil merayu Didi. Dambil tersenyum didi menjawab “iya-iya, lagian rumah kita deket, sejalur pula tempat tesnya!” sejak itulah mereka berdua semakin lebih dekat dan si Rini jadi mengerti bagaimana prosedur pendaftaran SNMPTN.

Syamsul Bachri 
TP 2009 B
091024226

0 komentar

Posting Komentar