nama : ulidatul lailah
nim : 091024262
ELEMENT
Themes: menceritakan saeorang remaja cewek berusia 14 tahun yang membiayai sekolah Mts Nurul Jadid,desa Randuboto, kecamatan Sidayu, kabupaten Gresik degan usahanya sendiri yaitu denga bekerja.
Character: seorang remaja tersebut anak yang kurang mampu, kehidupannya serba kekurangan, pintar, cantik, baik hati, suka menolong dan tanggung jawab.
Setting: sekolah( Mts Nurul Jadid)
Rumah
Lingkungan masyarakat
Style: memnggunakan bahasa non formal
Kisah nyata
Plot: alur yang dicreitakan adalah maju. Karena ini mencceritakan dari kemamapuan membiayai sekolahnya sejak VII.
Sekolah Mts Nurul Jadid adalah sekolah sekolah swasta yang terletak ditengah-tengah kampong desa Randuboto, kecamatan Sidayu, kabupaten Gresik. Sekolah tersebut dalah tempat sekolah yang kurang mampu bagi warga masyarakat sekitar. Meskipun letaknya yang kurang strategis, membuat para murid-murid nyaman alam kegiatan proses belaja mengajar. Mts Nurul Jadid terkenal dengan kegiatan ekstrakullikuler seperti : Pramuka, teater, dan basket dan lalin lain. Dengan terkenalnya ekstrakulikuler sekolah tersebut mendapat perhatian dari warga setempat yang awalanya anaknya tidak bersekolah ditempat tersebut, mulai bersekolah disitu dan akhirnya sekolah itu dikenal diberbagai kalangan kecamatan Sidayu.......
Seoang remaja cewek yang berusia 14 tahun membiayai sekolahnya Mts Nurul Jadid dengan hasil keringat (bekerja) sendiri. Cewek remaja tersebut namanya Siti Arofah yang biasanya dipanggil dengan “Arofah”. Ia hidup serba kekurangan baik segi pribadi maupun dari keluarganya. Ibumya sudah meninggla ketika ia masih kecill sekolah TK, ibunya meninggal karena kecelakaan saat mau pergih ke desa Jerebeng. Ia sekarang tinggal dengan kaka laki-laki dan bapaknya dengan rumah dengan rumah yang seadanya kayu yang sudah rapu dan atap yang bolong yang terbuat dari sesek. Rumah itu, terletak ditengah-tengah persawahan yanh jauh dari perkampungan warga masyarakat sekitar yang jauh dari toko, pasar, tetangga an lain lain. Meskipun arofah dan keluarganya jauh dari warga sekitar , ia sangat menikmati suasana hidupnya yang tiap hari disambut oleh tumbuhan yang hijau dan hawa yang sejuk bahkan suara burun bahkan suara burung burung berkicauan pada saat pagi dan sore hari.
Hari per hari ia jalani bersama keluarganya, begitu pula juga usianya yang semankin bertambah ia masih tetap semangat untuk bersekolah meskipun keluarganya tidak mampu lagi untuk membiayai sekolahnya. Dari ketidakmampuan keluarganya membiayai sekolah Arofah tersebut ia berpikir untuk bekerja agar bisa terus sekolah dengan cara ia bekerja sebagai pembantu nyapu lantai, membersihkan rumah, menjadi pemijat dan buruh mengupas kerang(ikan laut) dari dalah satu warga yang jauh dari rumahnya itu.Arofah adalah seorang remaja yang cantik, pandai, baik, dan tanggung jawab. meskipun Arofah bekerja setiap hari tapi tida lupa dengan sekolahnya yang selalu membuatnya semangat. Ia libur sekolah hari jum’at meskipun waktumya libur ia tidak berhenti untuk bekerja demi mendapatkan uang .dengan kondisi yang serba kekurangan, bapaknya yang sering sakit sakitan membuatnya tambah binggung bagaimana caranya mendapatkan uang sampai bekerja mengenal lelah.
Setiap pagi jam 07.00 pagi, Arofah berangkat ke sekolah, tappi sebelum berangkat sekolah ia harus bekerja menyapu halaman dan membersihkan rumah majikanya sampai selesai setelah itu, ia langsung siap siap berangkat sekolah sampai jam 12.00-13.00 WIB. sepulang sekolah istirahat beberapa menit kemudian langsung berankat kerja sampai jam 16.99 WIB, meskipun ia bekerja sampai jam segitu, ia tidak mengenal kata capekdan lelah. Malam sudah tiba waktunya Arofah belajar, tetapi pada waktu ia gunakan waktu belajar semaksimal munkin yang kadang kadang dipangil oarng untuk memijat. Meskipun jarang belajar Arofah sering mendapatkan tunjangan ari sekolah dan ia juga mendapatkan rangking keals yang berturut- turut.
suatu hari arofah bercerita kepada teman akrabnya yang bernama Rina Michael tentang masalah tentang keluarganya. Ia berkata “mengapa yeach dari kecil sampai sekarang hidupsaya selalu serba kekurangan baik dari segi apapun, disamping itu, kenapa juga orang perempuan saya kok cepat banget meningglakna saya dan keluarga saya?????cobaban apa yang diberiakn kepada saya ya Allah???? Dan mengapa hidup saya tidak tidak pernah merasakan bahagia selayaknya orang orang disekitar saya???”. Ia bercerita tersebut sambil menanggis dan merasa putus asa. Temanya Rina mendengarkan cerita Arofah tersebut sambil menanggisuga karena ia merasakan apa yang temanya rasakan dalam hidupnya sampai tia tidak bias berbicara apa apa saaat Arofah bercerta.dan ia hanya menjawab pertanyan dari Arofah tadi. “yang sabar yeach teman munkin dibalik ini semua ada hikmah-nyadan kamu harus tetap sabar menjalani ini semua. Allah itu maha adil tidak memilih mana hambanya yang baik dan buruk lagipula roda itu berputar, kadang dibawah dan kadang juga diatas. Jadi untuk saat ini kamu merasa dibawah, tapi suatu saat nanti saya yakin kamu pasti berada diatas”.
Rina mencoba menenangkan hati pikiran temanya yang lagi sedih dan ia juga mencoba menghibur Arofah agar ia dapat tersenyum kembali seperti hari hari biasanya.keduanya saling bertukar cerita sampai mereka lupa waktu. Beberapa jam kemudian Arofah merasa tenang setelah bercerita kepada sahabatntya dan berpikir kembali tentang pembicaraan Rina tentang nasehat kepada dirinya tadi. Ia merasa hidupnya tidak terlalu dibawah dibandingkan dengan orang yang hidup dijalanan. Ia bersyukur banget keada Allah atas nikmat yang diberikan kepadanya sperti : ia tetap bisa bersekolah meskipun mencari biaya sendiri dengan cara bekerja menjadi pembantu dan buruh pijat warga sekita peduduk desa tersebut.
Dengan kesabaran dan ketekunan Arofah, ia bisa teus membiayai sekolahnya dan makan keluarganya, meskipun kakaknya juga bekerja sebagai buruh tani diladang warga setempat. Bapaknya yang sering sakit-sakitan itu tidak bisa sepenuhnya bisa bekerja selayaknya orang orang bekerja, karena mempunyai penyakit kencing batu jadi tidak bisa bekerja dengan baik. Ia juga pingin banget memperiksakan bapaknya itu kerumah sakit dan puskesmas terdekat. Tapi dengan tidak adanya biaya jadi ia tidak bisa membawa bapaknya berobat. Ia bekerja hanya dibuat untuk sekolah dan makan sehari hari untuk keluarganya.
Note:
Bercita cita setinggi langit untuk mengejar impian yang kau harapkan dengan belajar. Sepeti contoh diatas , bahwa Arofah semaksimal munkin bekerja demi membiayai sekolahnya dan ia lakukan itu semua untukl sekolah agar ia pintar dan bisa membawa dia dalalm kesuksesan. Dan janganlah memandang bahwa pendidikan cukup sampai SD atau SMP saja akan tetapi masih banyak lagi pendidikan yang tinggi.
Blog Archive
-
▼
2010
-
▼
Mei
- priwan_PENTINGNYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU
- priwan_wanita berlian
- BINTANG YANG BERSINAR baharudin
- cerpen "“THE POWER RANGERS”
- cerpen "Ilmuku dibalik bilik bamboo"
- cerpen Dibalik kekuranganku tersimpan segudang kel...
- CERPEN “ Biarkan aku menggapai Impianku “
- cerpen "keceriaan dibalik sebuah kegagalan"
- cerpen
- Papre_Nur Aristiana
- Fiksi_cerpen_vina
- Keinginan Yang Kuat Untuk Menggapai Impian
- Cerpen Kaya Ilmu Miskin Harta
- M Saikhul Arif 091024255 Artikel non fiksi pendidi...
- CERPEN "KEKSUKSESANKU KARENA ISTERIKU"
- Cerpen "Mengubur Asa"
- Curahan Hati Pak edi
- cerpen
- Cerpen Good Job
- petrick k 091024250 cerpen (Sacrosand) Juli 2008 ...
- cerpen
- cerpen
- <!-- /* Fo...
- fiksi
- tugas fiksi ( kiat menuju sukses)
- MAHASISWA dan MORAL (Wajah Mahasiswa Saat Ini)
- Rini sang Pendiam yang Belajar Mandiri
- Impianku....(cerpen)
- MEDIA CETAK “ARTIKEL PENDIDIKAN” OLEH : ELVA...
- MEDIA CETAK “ARTIKEL PENDIDIKAN” OLEH : Ika Kur...
- tugas FIKSI "Semangat Loper Koran untuk sekoLah"
- pengumuman-pemgumuman!! ada tugas mata kuliah PSD...
-
▼
Mei
Posting Komentar