Keinginan Yang Kuat Untuk Menggapai Impian

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010


Keinginan Yang Kuat Untuk Menggapai Impian

            Disebuah desa terdapat anak yang sangat rajin dan pandai, ia bernama Doni, Doni adalah seorang anak yang berasal dari kluarga yang kurang mampu, tapi dia mempunyai keinginan dan cita-cita yang sangat kuat, diapun sangat disukai banyak orang baik di sekolah maupun dimasyarakat. Walaupun  berasal dari keluarga yang berekonomi menengah kebawah, dia tetap pandai dalam bergaul dan tidak memilih-milih teman karenasikapnya yang bersahaja tidak heran jika ia mendapat teman sejati, temannya tersebut bernama Toni, dia juga anak yang pandai dan rajin disekolah, sejak kenal dengan Doni, Toni lebih rajin dalam belajar tidak seperti dulu, pada waktu masih duduk di bangku sekolah dasar Toni adalah anak yang malas dan suka menyontek dalam ujian, itu dikarenakan Toni salah bergaul dan meilih teman, sebelumnya dia berteman dengan Bobi dan Andre.
Kisahnya ini dimulai dari SMA, pada SMA mereka adalah kelompok yang solid baik dalam sekolah maupun diluar sekolah dimana tempat mereka pertama kali bertemu antara Toni dengan Doni
            Ketika itu Doni mendaftar ke SMA tersebut datang dengan sendiri tanpa ditemani orang tuanya, sedangkan teman-temannya masih harus ditemani orang tuanya, pada waktu itu doni bertemu dengan Toni.
Ketika itu Doni berjalan dengan tergesa gesa tanpa melihat jalan, tak sengaja dia menabrak Toni, ”Dubraaaaak!!!!....”
Buku serta lembaran- lembaran Doni dan Toni berhanburan ke jalan
            Donipun berkata spontan “ma’af mas ma’af, saya sengaja mas, tadi terburu-buru jadi tidak melihat kalau ada orang didepan saya”
Tonipun menjawab “tidak apa-apa mas, mas mau kemana kok terburu-buru...???”
Doni menjawab
“mau mendaftar sekolah di SMA mas , di jalan pattimura, mas sendiri mau kemana...???”
“lho kok bisa ya mas, saya juga juga mau kesitu, gimana kalau kita mendatar bersama-sama..???”kata Toni
“iya ayo, gak apa-apa mas...” jawab Doni
Merekapun berjalan bersama menuju tempat pendaftran sekolahan mereka, setibanya ditempat pendaftaran mereka tidak saling pulang, teapi mereka saling bertukar pengalaman atau sharing dalam kehidupannya sampai-sampai mereka lupa pada waktu, mereka tidak menyadari kalau waktu itu sudah jam sore, akhirnya mereka pulang kerumah mereka masing-masing.
            Keesokan harinya mereka bertemu lagi dalam tes ujian masuk sekolah tersebut, merekapun kaget antara Doni dan Toni.
Mereka serontak berkata
“lhooo... kamu lagi...???
Doni berkata
“iya mas kok bisa ya kita bertmu lagi, wah mungkin kita jodoh ya...
Hahahaha.....” (sambil bercanda)
“iya mas kok bisa, mas ini bisa aja, emangnya apaan kok jodoh...??? (sambil tersenyum) jawab Toni.
“maksud saya jodoh menjadi pertemanan mas...”
Doni agak sedikit kesal.
“oya mas kita dari kemarinkan belum tahu nama masing-masing kan gak enak kalau kita belum kenalan, seperti pepatah, tak kenal maka tak sayang, bener gak...???” tanya Doni
Toni pu menjawab
“iya juga ya, kan dari kemarin kita ketemunya, kok bisa sampe lupa gak kenalan ya...”
            Kemudian tiba-tiba saja Bobi dan Andre ikut nyela pembicaraan Toni dan Doni
“waaaahh... ikut nimbrung bisa gak...???tanya Bobi
“boleh...” jawab Toni dan Doni.
“Beneran nih...??? kalau gak boleh ya sudah kami pergi aja kalau gitu...!!!” Bobi dan Andre memasang wajah yang marahdan sebel.
“lhooo...!!! ya boleh lah...!!! siapa yang bilang gak boleh...” jawab Toni
            “ya sudah terima kasih ya teman, sudah menerima kami sebagai teman kalian,”kata Andre ambil memasang wajah yang memelas.
“iya sama-sama gak usah dipikirin kan tinggal nimbrung aja...”jawab Doni dengan santai.merekapun terlibat pada perbincangan yang panjang walaupun mereka baru saling kenal, kemudian mereka berjalan menju kanin sekolah
“e... laper nih...!!!
Gimana kalau bicaranya dilanjutin dikantin aja...???”tanya Andre
“Waaah... ide bagus tuh boleh-boleh...” kata Toni sambil tersenyum
Donipun berkata “that’s right, i’s god idea..”
Ok...!!!
“Jadi tungu apa lagi...??? ayo berangkat...!!!” kata andre
Merekapun menjadi sahabat yang solid, seulusnya dari SMA mereka jarang berkomunikasi satu sama lain
            Singkat cerita merekapun berpisah satu antara lain. Doni melanjutkan kuliahnya karena Doni ingin mencapai cita-citanya, dia kuliah dibiayai oleh pemerintah karena dia anak yang cerdas, mungkin karena jodoh, mereka bertemu lagi, ketika itu Doni mendaftar di suatu universitas mereka bertemu waktu pembayaran merekapun sontak kaget
“wah... kok bisa ketemu lagi...”mereka bicara bersamaan
Setelah itu mereka berbincang panjang melepas kangen mereka.
            Disusul dengan masuknya bobi dan andre, mereka pindah kampus pada semester 2 singkat cerita.......
Merekapun bertemu kembali dengan doni dan toni tapi sifat bobi dan andre jauh berbeda bobi dan andre jadi saat ujian suka menyontek , sehingga doni dan toni menjadi jengkel dengan mereka karena doni dan toni mendapat nilai yang jelek dari dosen.
            Sehingga terjadi perseteruan antara doni, toni dengan bobi, andre
“aku gak mau kalau kamu begini terus bob, termasuk kamu juga andre, aku gak mau gak lulus Cuma karena saya memberi jawaban kepada kamu, lebih baik kamu belajar sendiri dari pada menyontek dan minta jawaban aku, kalau tidak bisa berubah lebih baik kita tidak berteman lagi”kata doni sambil kesal.
“betul, lebih baik begitu”sahut toni.
            Ya sudah lebih baik begitu, saya juga gak suka dengan sifat kalian yang sok mengatur, harus ini itu, begini begitu...”
Jawab bobi sambil membentak
Andre pun hanya diam saja tanpa satu katapun yang dia keluarkan dari mulutnya
            Kemudian mereka pun berpisah antara doni, toni dengan andre, bobi, sehingga persahabatan mereka berakhir karena kejadian tersebut masing-masing sifat mereka menjadi berubah baik doni, toni dan andre, bobi mereka suka individualis, sifat doni berubah bila dirumah yang dulunya ceria sekarang menjadi anak yang pendiam, sehingga menimbulkan pertanyaan pada ibu doni
Ibu doni bertanya “doni, mengapa akhir-akhir ini kamu lebih suka pendiem, dan menyendiri??”
“Gak ada apa-apa bu...” jawab doni
“Bicara aja nak sama ibu, mungkin nanti ibu bisa bantu...”
Kata ibu doni sambil membujuk
Doni berfikir sejenak
“Iya deh bu saya cerita, begini bu, saya punya teman, tapi teman saya suka menyontek saya, sehingga saya mendapat nilai yang jelekdari dosen, karena ketahuan dosen karena daya memberi jawaban kepada teman, terus sekarang teman saya memutuskan hubungan pertemanan kita, menurut ibu bagaimana??”ujar doni
“Ooo.... begitu, mudah saja nak, kan masih banyak teman yang mau bertemen dengan kamu...”
“Begitu ya bu...??” tanya doni
“iya Cuma itu nak, jangan lupa belajar yang rajin ya nak....”
Tambah ibu doni
Lambat laun doni dan toni bisa melupakan bobi dan andre.singkat cerita..........
Mereka pun lulus dan wisuda tepat waktu, dan mereka langsung direkrut oleh perusahaan karena keuletan dan kecerdasan mereka, dan tanpa tanggung-tanggung mereka langsung diangkat menjadi pengelola perusahaan/mnager perusahaan.
            Tetapi berbeda dengan andre dan bobi yang selalu menyontek dalam mengerjakan ujian, sehingga mereka mendapat nilai c, dan harus mengulang setiap pelajaran yang mendapat nilai c, dan menunda kelulusan mereka, dan mereka pun baru lulus dengan waktu 5 tahun.
Nama : heru Bin a
NIM  : 091024258

0 komentar

Posting Komentar