Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010

petrick k
091024250
cerpen (Sacrosand)
Juli 2008

Matahari berada diatas ubun – ubun saat aku dan teman – teman berniat berhenti, berteduh, lelah dan sedikit kepanasan karena kemarau. Dan sedikit menjadi sejuk ketika aku menatap seorang wanita yang sedang berjaga didepan yang dia jaga.

Cantik, adalah kesan pertama yang timbul diotakku, seketika aku menyusun kata – kata humor yang akan aku ucapkan agar aku bisa mengucapkanya dengan sistematis, berharap wanita itu untuk membalas semua bualan yang aku kicaukan kepadanya.

Sedikit berbohong, tapi itu harus kulakukan agar dia bisa mengikuti irama dari ketukan yang aku buat…ternyata irama itu menjadi serempak saat dia terbawa oleh arus pembicaraanku.

Jarum jam pun seolah mengingatkanku dan teman – teman untuk segera kembali keperaduan masing - masing. Wanita itu pun berdiri didepan pintu dan menatapku. Aku pun terkesan tapi kesan itu hilang diterjang oleh angin jalanan

Kamu melangkah didepanku
Dan aku kagum
Kamu tersenyum didepanku
Dan kemudian bermekaran
Kamu berucap didepanku
Dan aku hanya terdiam

Kamu..

Bunga saja tak seindah dirimu
Padahal bunga itu paling mahal
Dari yang paling mahal

Albert Einstein pun tak secerdas dirimu
Padahal dia adalah paling cerdas dari
Yang paling cerdas

Sutra saja tak selembut dirimu
Padahal sutra itu adlah paling lembut
Dari yang paling lembut

Kamu tertawa didepanku
Dan aku suka
Kamu..


********

Hari berganti dengan hari berikutnya, tak timbul keinginan untuk mengenalnya lebih jauh karena memang aq tak butuh
Tapi dari yang tak berkeinginan menjadi berkeinginan karena aku butuh.

Aku mencari siapa dia karena akan aku jadikan dia pelantun dari lagu – lagu yang akan aku perdagangkan kepada oramg banyak.

Diriku terus mencari siapa dia dan akhirnya aku menemukannya, aku merayunya sampai akhirnya dia mau.

Tapi ada saja hal yang terjadi dan tak kuinginkan , karena yang melahirkan dia tak izinkan dia untuk melantunkan lagu – lagu yang akan kuperdagangkan.


********

Malam itu jam menunjukan pukul tujuh,
Sebuah pesan masuk didalam layar telepon selulerku, cukup mengejutkan karena bahwasanya dia berani mengungkapkan apa yang dia pendam sejak pertama bertemu denganku.
Bingung, aku sedikit kebingungan karena aku memang tak menduga, sedangkan pada waktu itu dia mempunyai yang lain dan sedangkan aku sedang kosong.(sisipan)

Kutanyakan pada bebrapa orang agar aku tak salah
“Apa yang harus aku perbuat?”
Agar dia juga tak merasa keliru.
Kemudian aku beri dia peluang sedangkan aku belum menerimanya.

Aku mulai tertarik pada keadaan yang cukup menjanjikan kami untuk menyatukan asmara yang ditigakan.
Pada tanggal lima agustus 2008, kuterima saja dia sebagai seorang yang dapat mengerti satu sama lain.


*******


Agustus 2008

Bukan tanpa pertimbangan aku menerimanya,
Karena aku sebenarnya juga sangat menginginkan dirinya, akan tetapi dia adalah milik orang lain.

Aku beri dia syarat agar dia utuh bersamaku

“putuskan…putuskan dan putuskan!!!!!”
Itulah syarat yang aku buat agar aku tahu bahwa dia adalah sangat menginginkan aku
Dan mugkin itu adalah gejolak pertama yang timbul dihatinya.


*******

Aku terus merasakan romantika asmara denganya, walau kuanggap itu adalah nafsu….
saling bermimpi bahwa akan ada cinta yang abadi yang timbul dari kami berdua.

Banyk sekali janji yang keluar dari mulutnya, tapi aku tak tahu apakah janji itu benar atau hanya sebagai penghias pertemaun. Sedangkan aku hanya terdiam dan tersenyum mendengar semua yang diucapkanya dan berharap semoga itu adalah akan menjadi nyata.

Aku biarkan dia bermain dalam hatiku dan aku mengikuti permainan itu sehingga muncul irama cinta yang menjadikan dua sejoli terbuai dalam mimpi – mimpi.

Aku bermain kerumahnya kala itu, dan menikmati malam bersamanya tanpa peduli apa dan bagaimana sekitar kami terjadi.
Gemuruh suara kendaraan tiba – tiba membuat terkejut.
Ternyarta memang seperti yang aku bayangkan, diriku sedikit terancam walaupun aku yakin aku akan selamat.
Orang yang memilikinya datang dan membawa kemarahan
Sedangkan aku ha tenang agar terjadi konflik yang nyata, gugup tapi aku ingin tertawa, karena melihat lawan mainku sedang dalam keadaan kacau dan aku mudah untuk mengendalikanya.

Akhirnya sekelompok manusia marah itu pulang setelah dia berkata – kata didepan mereka dan aku mendengar apa - apa saja yang diucap.


************


Luapan asmara, itulah yang setiap hari menjadi pengisi hari – hari kami berdua, sedikit berkelakuan nakal untuk membuat kami berdu menjadi lebih terbuka satu sama lain.

Tapi aku harus pergi ditempat yang jauh, aku harus belajar agar aku menjadi manusia yang terdidik.
Berat rasanya meninggalkan dia , tapi aku harus meninggalkan dia selama beberapa bulan.

Saat aku jauh banyak anggapan hinggap di otaku.
Mulai dari dia menyimpang sampai terkadang terpikirkan olehku untuk menyimpang padahal kami berdua telah berjenji akan selalu terjaga sedangkan kami tak tahu satu sama lain.

Banyak sekali pertengkaran via ponsel, karena rasa saling curiga yang seakan selalu menyertai hari – hariku tanpa dia disampingku,
Bahkan jkarena aku tak membalas pesanya saja, dia menjadi marah dan terbawa kemarahanya sehingga dia lebih menjadi kekanak – kanakan daripada dewasa. Sedangkan aku dalam keadaan mencintainya meskipun aku tak melihatnya.
Rindu, kangen dan curiga selalu menjadi bumbu yamg menyedapkan setiap hariku…sampai akhirnya aku pulang dan menemuinya,

Idul fitri adalah moment dimana kebersamaan dan kebahagiaan dirasakan oleh setiap manusia muslim,
Begitupun aku dan dia, menjadikan moment itu sebagai sebuah kegmbiraan yang membuat kami menjadi ingin selalu bermimpi dan bermimpi.
Seakan aku dan dia diciptakan layaknya Adam dan Hawa yang memang diciptakan untuk berpasangan.

Aku bersamanya adalah saat yang paling indah, karena pada waktu itu adalah dimana aku bisa merasakan indahnya cinta, walau hanta untuk menatap wajahnya.

*********


Terkadang aku menganggap dia gila, tapi terkadang aku menganggap dia adalah bidadari.
Berkelakuan sedikit nakal dan selalu memancing sisi gelap dalam hidupku, sedangkan aku harus menjaga diriku dan dirinya agar aku tak melewati apa yang seharusnya dipatuhi.
Kadang perlakuanya kepadaku membuat aku berpikir tujuh kali lebih jauh tentang kewarasanya.

Sisi gelap dalam hidupku selalu muncul ketika dia berkelakuan nakal, ingin aku membawanya ketempat yang mungkin mata orang lain tak dapat menjangkau, dan aku bisa menjadikannya sebagai lading yang menguntungkan bagiku.

Aku tak ingingin dia menganggapku bajingan dikemudian hari hingga akhirnya aku sedikit pelan dan selalu mengalihkan ketika nafsunya memuncak, agar aku bisa menjaga nama baiknya, nama baikku dan keluarganya serta keluargaku.

Siang hari ketika orang – orang sedang melaksanakan apa yang semestinya dilaksanakan, sehingga menjadi sangat sepi ketika aku datang kerumahnya.

Pikiranku sedikit nakal, sudah aku rencanakan untuk datang pada jam itu agar aku bisa leluasa memainkan cinta denganya.
Ditengah obrolan yang sebenarnyahanya basa – basi nafsu, ada sedikit kecemasan dihatinya yang membuat dia diam seribu bahasa, padahal aku akan meninggalkanya.
Hal itu biasa dilakukanya agar aku menjadi simpatik terhadapnya kemudian aku berikan kasih saying yang lebih kepadanya.
Mungkin aku tidak ahli dalam hal semacam itu, tapi aku tak punya alasan lain, dan aku katakana saja kepadanya,
“ sebenarnya aku tak punya alasan lain, tapi aku memang mencintaimu.”
Mungkin kata – kata itu membuatnya menjadi luluh.

Dia mendekapku seperti ular sedang mendekap mangsanya, kami bermimpi dan bermimpi, selau berbasa – basi sampai tanganku ramah terhadap tubuhnya

Begitupun dia

Sampai akhirnya puncaknya pun terjadi, aku dan dia terbawa dalam jeratan asmara,…..

Sempat terpikirkan diotaku,”Apakah dia gila???”
“Apakah dia kerasukan???”
“apakah dia bukan dia???”

Tapi aku coba untuk mengimbanginya agar dia tak punya pikiran yang macam – macam kepadaku.
Dan aku tanyakan kepada dia, “kenapa kamu?”
Dia menjawab “ dengan begini kau tak mungkin tinggalkan aku begitu saja, karena kau ditempat yang jauh sedangkan aku disini.”
Alasan yang sebenarnya kurang mendukung untuk perlakuan semacam itu.

Aku anggap itu adalah sebuah kegilaan dan dia hanya diperbudak nafsu padahal aku menginginkan cinta agar dia tetap bersamaku sampai dikemudia hari yang lain.

Aku pun pergi meninggalkanya dan pergi jauh.
Aku sedikit menyesal tapi terkadang aku merasakan kegembiraan karena hal yang ku anggap gila.

Hujan pun turun seakan menghukumku setelah aku melakukan kegilaan, enam puluh tiga kilo meter perjalanan aku lalui dengan hujaman air hujan yang selalu menyerang tubuhku, seakan menghapus semua dosaku yang baru saja aku lakukan.

********


Akupun kembali berada ditempat yang jauh dari dirinya, aku merasakan kesendirian lagi, dan terkadang menginginkan hal yang kuanggap gila itu akan terjadi lagi dikemudian hari.
Aku sering pulang untuk menemuinya karena memang aku tak taha apabila jauh darinya.

Aku menjadi jarang berkomunikasi denganaya karena aku anggap meskipun aku dan dan dia berada ditempat yang tak sama tapi hatiku dan hatinya akan tetap sama.
Lama sudah waktu bergerak, aku lewati tanpa kehadiranya disisiku.
Akan tetapi tak sekalipun terlintas dia akan meninggalkan aku, mungkin hal itu karena memang benar – benar terdapat ikatan cinta atau memang cintaku yang berkurang terhadapnya.

Menjadi lebih dewasa adalah harapanku terhadap dirinya, hal itu mungkin sudah terwujud dengan dia tak curiga lagi kepadaku.


Oktober 2008

Hari pun berganti dengan hari, bulan berganti dengan bulan.
Cintaku denganya masih berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk menjadikanya sebagai pendamping hidupku.

Aku datang kerumahnya untuk melepaskan rinduku padanya, candapun menghiasi rumahnya agar sejuk dan bisa menyirami cinta kami.
Tapi kali sikapnya agak berbeda denganku, dia lebih hati dan jaga jarak denganku, aku tak tahu apa yang asedang dia pikirkan, mungkin dia ingin menjaga namanya.

Terlintas pikiran yang tak benar di benaku tentang dirinya, sehingga aku menganggap dia telah ingkar terhadap apa yang telah dia janjikan
Akupun pulang dengan sejuta pikiran.

Bagaimana urusan tanahnya?
Aku tak tahu
Sekarang sudah ditempati oleh beberapa orang
Padahal rencanaku akan kubangun
Sebuah gedung yang megah
Tapi sekarang sudah runtuh
Kemudian siapa yang punya?
Aku
Tapi sekarang sudah diperebutkan oleh gelandangan
Dan pengemis
Padahal tanah itu akana ku jual dengan harga mahal
Dan kemudian aku akan membelinya ditempat lain

Serangkaian kata itu mewakili kekesalanku padanya, kemudian aku kirimkan kepadanya, sedamngkan aku sendiri tak tahu apakah dampaknya bagi hubungan kami, tapi aku puas setelah lontarkan kata-kata itu.
Ternyata dia cukup cerdas dalam menafsirkan hal itu

Kemudian….

Diam..diam..dan diam
Sampai pada beberapa hari sehingga aku menjadi cemas padahal aku tak inginkan hal itu
Itu adalah limit ketika aku berada dipuncak cintaku kepadanya, ketika aku berusaha mempertahankan dia, kucoba untuk merayunya agar dia tetap bersamaku.


*************

Hujan ketika dia memberi keputusan yang telah aku ramalkan sebelumnya, ketika keputusan yang dia ambil adalah peubah kisahku bersamamnya.
Dia memutuskan untuk akiri kisahnya denganku,
Setelah dia terdiam selama beberapa hari
Akan tetapi aku merasakan indahnya cinta ketika saat sebelum dia member keputusan dia mengatakan
“sebenarnya aku masih aingin bersama dirimu.”

“Sebuah akhir yang aku anggap belum berakhir.” itulah anggapanku, ketika dia mengucapkan hal itu, masih terdengar jelas.
Aku hanya bia tertawa dibalik lukaku, berpikir begaimana caranya aku mendapatkan dirinya
Tapi nasi telah menjadi bubur, kisahku telah selesai denganya.
Tepat ditanggal tiga oktober 2008, sirna sudah impian – impianku bersamanya, yang telah aku bangun bersama dengan cintaku.

Bermainlah engkau sesuka hati
Kemudian berhentilah
Tertawalah engkau sesuka hati
Kemudian berhentilah
Berlarilah engkau sesuka hati
Kemudian berhentilah
Kemudian menangislah engkau
Sampai ku sudahkan sedihmu
Kemudian berhentilah
Hidup selalu berjalan
Dan kemudian berhenti
Agar ada babak baru
Dalam setiap pengakhiran
Agar kamu menjadi tahu
Seperti apa kamu akan menghidupkan
Sisi lain dalam sisi benar hidupmu


Masih ada harapan ketika dia berucap kepadaku
“ aku tak akan denga siapapun selama dua bulan sejak hari ini.”

Itulah peluang bagiku untuk kembali masuk kedalam hidupnya tapi selama itu pula aq gagal mendapatkan hatinya.

Aku merasa kalah dengan anak yang pendidikanya lebih rendah dari aku, hal itu pula yang membuat aku sombong terhadapnya, merasa bahwa diriku bisa menaklukanya kembali tapi apalah daya, aku telah kalahmeskipun aku tak bisa menerima kekalahan itu.

Aku masih mencoba mendapatkan hatinya, dua bulan hamper usai, aku mengajaknya menjajaki kehidupan yang baru, dan aku menginginkan jawaban darinya tepat pada tanggal satu januari 2009 dimana pada waktu itu aku akan tahu apakah aku bisa mengawali athun dengan dirinya atau tidak.
Padahal sebenarnya aku juga tahu bahwa jawabanya adakah tidak.

0 komentar

Posting Komentar