cerpen "Ilmuku dibalik bilik bamboo"

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Rabu, 26 Mei 2010

CERPEN
Media Cetak



Disusun Oleh:
Nur Aristiana (091024218)

TEKNOLOGI PENDIDIKAN 2009_B
Dosen Pembimbing:
Irena Mauren,S.pd.,Msc
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaua
2010

23 Oktober 2003,Gemuruh suara terdengar dari dalam ruang auditorium suatu universitas ternama di samarinda.Tak kurang dari 25 mahasiswa dari jurusan pendidikan di wisuda.Tepat pukul 14.00 gelar sarjana sudah di terima dengan suka cita.3 minggu berlalu,semua sarjana-sarjana baru itu sibuk menawarkan skilnya di berbagai sekolah ternama,dan bahkan ada yang memutuskan untuk pergi ke Surabaya dan Jakarta untuk menjajahkan ilmunya.Tapi ada 1 yang terlihat aneh di sini,seorang mahasiswi dengan IPK tertinggi di unversitas itu tak terlihat sibuk membuat lamaran sama sekali.Dia lebih memilih membaca koran sambil bersantai-santai di halaman rumahnya.Hampir setiap hari mahasiswi itu melakukan hal yang sama,bahkan tak jarang dia sampai tertidur di kursi goyang kesayangannya.
Tidak terasa 3 bulan berlalu,Cuaca pagi itu memang agak mendung dan pagi itu juga mulai ada pemandangan yang berubah dari teras rumah seorang gadis yang biasa akrab di sapa lina itu,dia tidak lagi duduk-duduk santai sambil membaca Koran.Tepat pukul 08.37 hujan turun dengan derasnya,di sela-sela kilat yang menyambar terdengar suara seseorang membuka gerbang dari arah rumah lina,yang tidak lain adalah pembantu rumah tangga lina.Memang di dukuh tengah wetan orang tua lina merupakam orang terhotmat dan terkaya se desanya.Tak lama setelah gerbang di buka terdengar suara mesin mobil bergemuruh dari garasi rumah lina.di dalam mobil itu berisi lina dan kedua orang tuanya.Lina merupakan anakpertama dan satu-satunya.
Tak satu orangpun tau akan pergi kemana keluarga lina.Banyak pertanyaan yang tak sempat terjawab di benak tetangga kanan kiri rumah lina sebab tak biasanya mereka pergi dalan 1 mobil secara bersama-sama.Beberapa saat setelah mobil keluar darigarasi rumah lina,sesosok laki-laki berparas tampan dan rapi keluar dari mobil.
“Bik,nanti jangan lupa semua kunci pintu rumah”
“Iya tuan,tuan nanti pulang dari bandara langsung ke kantor atau kembali ke rumah?”
“Nanti saya sama nyonya langsung berangkat kerja,kamu ati-ati di rimah.”
“iya tuan”
Bandara???siapa yang mau pergi?pergi kemana?Pertanyaan itubergelayut di benak para tetengga.1jam perjalanan di tempuh oleh keluarga lina untuk menuju bandara,sesampai di bandara mereka bercengkrama sambil becanda
“Adek nanti di sana makan apa?”
“Bunda tenag saja,adek pasti gak bakalkelaparan!iyakanpa?”
“Iya,papa percaya kalau anak papa yang manja ini pasti bisa mandiri di sana!”
“Tapikaan pa di sana gak ada cafĂ©,restoran atau mol kayak di sini!”
“Uda bunda tenag aja,yang penting bunda doain adik supaya betah tinggal disana.”


Tak 1orangpun menyangka kalau lina si gadis manja itu ternyata pergi ke kepulauan bau-bau untuk menjadi guru di sebuah sekolah terpencil yang tak terjamah sama sekali oleh kecangihan teknologi.Hampir 1 jam berlalu bu widia”ibunda lina” masi saja meneteskan air mata ataskepergian lina seakan tak rela melepas kepergian lina putri satu-satunya.Tapi air mata itu tidak mampu meluluhkan hati lina,dia tetep dersih kukuh ingin pergi ke pulau sunyi itu.
4 jam setelah kejadian di ruang tunggu itu lina sampai di pulau bau-bau.Sebagai pendatang lina merasa benar-benar asing dipulau itu,tak satu orangpun di kenalnya.beberapa saat setelah dia sampai di bandara ,dia dijemput oleh pak budi,pak budi juga merupakan relawan yang ada di sana.
”Selamat sore,apa benar anda yang bernama lina?”
“Iya,maaf bapak siapa”
“Saya budi,sukarelawan juga sama seperti saudara lina”
“o….anda yang bernama pak budi?senang bisa bertemu dengan anda”
“Iya sama saya juga,semoga mbak lina betah ya tinggal di sini”
“Amin,do’akan saja ya pak!”
“Ya sudah mari kita menuju desa blurah,tempat dimana kita menyumbangkan ilmu dan pengetahuan kita.”
Mereka berduapun beranajak pergi dari bandara untuk menuju tempat tujuan yang semestinya.Dari bandara menuju desa blura memakan waktu sekitar 3sampai 4jam.selain desanya yang terpencil akses jalan untuk menuju kesanapun sangat sulit apa lagi pada saat musim hujan seperti ini.Dalam hati kecil lina mulai bertanya-tanya apa bisa aku hidup di desa seperti hutan ini?lina mulai merasa gamang akan keyakinanya semula,dia mulai terlihat bingung seakan-akan tidak tau arah.
“Lina kenapa?kok sepertinya bingung begitu?”
“Ah gak apa-apa kok pak!”
“Dulu pertama kali saya menginjakkan kaki saya disini saya juga mreasa tidak yakin apasaya bisa tinggal disini?tapi setelah saya coba,ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan”
“Maksut bapak?”
“Penduduk disana sangat ramah,mereka selalu menghargai setiap tamu yang dating di desa mereka.Jadi kamu tenag saja”
Lina dan pak budipun sampai di desa blura yang biasa di juluki desa bilik bambu itu,entah dari mana asalnya nama itu bisa di pakai oleh warga disana.Ternyata disana benar-benar desa terpencil yang sama sekali tidak terjamah oleh teknologi,jangankan henphone,televise atau barang elektronik yang lainya listrik saja tidak ada di sana,jadi kalau malam dating para warga menyalakamobor daraikayu untuk menerangi jalan depan rumah meeka sedangkan untuk penerangan diruma mereka memanfaatkan botol kaca bekas yang di beri minyak tanah dan secuil kain yang di gunakan sebagai penerang.
Lina benar-benar merasa berada dijaman purba kala.Tapi syukurnya yang muncul dari benak lina bukanlah bagainana caranya dia bisa hidupdisana,dia mula berfikr bagai mana cara memberi ilmu kepada anak-anak kecil yang ada di desa bilik bamboo itu agar mereka bisa berkembang dengan pola fikir yang lebih maju dan modern.
Jam di tangan lina sudah menunjuk angka satu linapun mulai bersiap untuk tidur.Ini benar-benar kali pertama lina tidur beralaskan karpet dan tanpa AC ataupun kipas angin.
“Mbak bangun mbak sudah pagi”suara itu terdengar berbisik di telinga lina secara samar-samar
Setengah tidak sadar dia berkata”Iya bik sebentar lagi,aku masi ngantuk banget”
“Ini saya rati mbak bukan bibik!”
Limapun terbangun dan membuka matanyalebar-lebar
”Aduh maaf sayalupa kalau saya tidak sedang ada di rumah”
“Iya tidak apa-apa!yaudah mbak mandi terus kita ke pasar bersama-sama mumpug hari ini kita dapet giliran untuk belanja dikota”
Dengan agalsedikit bingun lina mengyakan ucapan rati dan bergegas ke kamar mandi.Setelahdia mengambil peralatan mandinya dia menuju kamar mandi,dia bingun dmana kamar mandinya?linapn bertanya kepada ratih.
“Mbak maaf dimana ya kamar mandinya?”
Sambilsedkt menahan tertawa ratih berkata”di sin tdak ada kamar mandi,yang ada sungai!”
“Apa sungai?yang bener mbak!”
“Iya bener”
“Jadi saya harus mandi di sungai?
Hari itu benar-brnar hari terburuk yang perna dialami lina sepanjang hidupnya.Tapi dengan tekat dan kenginan kuat lina bsa maelaeawati itu semua.
16 februari 2004,Hari itu merupakam hari pertama lina mulai mengajar setelah 4 hari kedatangannya di desa blura itu,dia benar-benar merasa gugup dan taktut kalau-kalau murit di sana tidak mau menerima kedatangan lina sebagai guru baru apa lagi dia mengantikan posisi rati yang harus kembali ke kampung halamanya.
“Selamat pagi anak-anak?”
Selamat pagi pak budi”
“Baik,hari ini kita kedatangan guru baru,beliau bernama ibu lina dan di sini beliau mengantikan ibu ratih anak-anak”
“Selamat pagi semua,perkenalkan nama saya lina ladita manggaluh,kalian bisa pangil saya ibu lina.”
“Selamat pagi bu lina!”
Mendengar suara tadi rasanya darah lina mulai mengalir dengan lancer kembali.dia merasa lega karena anak-anak di sana bisa menerima kedatangan lina.
Di situ lina mulai merasakan seberapa besar semangat murit-muritnya untuk menuntut ilmu,dengan sekolah yang berdindingkan anyaman kayu,beratapkan jerami dan bahkan tidak ada bangku untuk mereka menulis yang ada hanya papan tulis hitam yang terbuat dari triplek bekas yang di beri cat warna hitam.Jam sekolahpun selsai,para murit-murit beranjak meninggalkan ruangan untuk kembali pulang,beberapa saat setelah murit-murit lina keluar dari kelas,lina juga beranjak dari ruangan itu untuk kembali ke tempat dimana dia tinggal sekarang.
“Ibu mau pulang ya?”
“iya.memangnya a kenapa din?
“apa boleh saya bicara dengan ibu?”
“boleh,memangnya dinda mau bicara apa?”
Dindapun mengungkapkan keinginanya untuk bersekolah di kota setelah lulus SD nanti.hal itu di sambut baik oleh lina.Sejak berdirinya sekolah itu dinda merupakan murit yang memang memiliki kemampuan lebih dibandingkan teman-teman yang lainya.Dalam perjalanan menuju rumah dinda banyak sekali bercerita akan cita-cita dan bertanya-tanya kepada lina,tentang kehidupan di kota tempat dimana lina tinggal sejak kecil dulu.
Satu bulan berlalu,hari itu seluruh warga kampung bersama-sama pergi kekota untuk berbelanja,hal seperti ini memeng biasa dilakukan oleh warga blura setiap satu bulan sekali.kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh dinda dia berinisiatf membeli buku di kota untuk bekalnya nanti pada saat bersekolah di kota.Dinda membeli buku di temani lina,4jam perjalanan tidak membuat mereka berdua menyerah.tepat jam sebelas sian rombongan sampai di kota.dinda dan lina langsung menuju took buku bekas.Disitu hanya ada satu toko yang memang menjual buku bekas dan menjadi langganan dinda sejak pertama kali dia menginjak bangku sekolah.
“Selamat pagi pak tarji!”
“eh neng dinda!apa kabar?sudah lama sekali ya neng tidak ke took bapak!”
“iya,soalnya buku yang saya beli dulu masi belum selsai say abaca semua pak!sekarang ada buku baru apa”
“Banyak neng!”
“Ada buku paket untuk anak SMP pak?”
“Wah kebetulan neng ini baru saja saya dapat kiriman”
Dinda memborong semua buku yang berhubungan dengan pelajaran SMPdi toko pak tarji.Hampir 4 jam dinda di toko pak tarji untuk membaca dan melihat-lihat buku yang ada di toko pak tarji itu.Tepat pukul 16.30 rmbongan dari desa lina kembali ke kampung halamanya,bus yang tadinya tak ber isi apa-apa sekarang penuh dengan berbagai macam barangdari mulai sembako sampai pakaian.empat jamperjalanan membuat orang se isi bus kelelahan,sesampainya di rumah mereka semua beranjak dari bus dan langsung merebahkan badanya ditempat tidur tidakterkecuali lina.Dia benar-benar merasa beruntung bisa memdapatkan pengalaman yang begitu berharga dalam hidupnya.
Waktu terus berputar,hari berganti bulan lina mulai merasakan nyaman tinggal di sana,dia mengisi hari-harinya dengan mengajar dan member les prifat kepada ldinda yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk SMP ternama di samarinda.Tuju bulan berlalu kini seluruh murit kelas 6 melakukan persiapan untuk menngikuti ujian nasional.Mereka semua benar-benar memiliki semangat belajar yang tinggi,hampir setiap hari mereka melakukan bimbingan belaja untukpersiapan unas,selain membuat desa mereka menjadi ramai pada malam hari kegiatan belajar mereka pada malam hari juga membuat para orang tua mualberubah fikiran tentan seberapa penting pendidikan itu.
Detik-detik menjelang unas tiba tidak hanya murit-murit lina yang merasa gugup lina dan para orang tua juga merasa cemas akan nasp anak-anaknya.Ujian Nasional di lakukan selama satu minggu,selama itu juga banyak pihak yang merasa gugup dan kebingungan.Satu bulan setelah ujian pemerintah member pengumuman hasil ujian,di situ kepanikan mual melanda para orang tua dan murit-murit.Tepay jam sepuluh pagi banyak sekali yang berdatangan ke sekolah untuk melihat hasil pengumuman ujian.Sekolah yang biasanya hanya terdengar syara anak-anak kini yang terdengar suara orang dewasa juga.tepat pukul duabelas siang lina sampai di sekolah yang terbuat dari bamboo itu,lina membawa setumpuk amplop yang berisi pengumumam kelulusan.Setelah di bagika ke semua orang tua murit lina member aba-aba untuk melihat isi amplop secara serentak.setelah terdengar bunyi “tiga”dari mulut lina,semua orang tua berteriak histeris karena melihat tulisan yang ada di dalam amplop.Ternyata semua murit lulus dengan hasil yang memuaskan.Dua hari setelah pengumuman itu para orang tua mengadakan syukuran secara bersama-sama atas kelulusan anak-anak mereka.
“Saya atas nama seluruh orang tua murit mengucapkan banyak terima kasikepadabulina karena sudah bersusah payah membantu anak-anak kami”
Dengan perasaan terharu dan bangga yang tidak perna lina rasakan sebelumya linameneteskan air mata.
“Iya,sama-sama bu!saya sebagai guru juga merasa bangga atas kelulusan semua murit saya.”
Berkat proposal yang di ajukan lina ke dinas dan hasil ujian yang memuaskan pendidikan sekoalh itu mendapat sumbangan dan dari pemerintah untuk pembangunan fasilitas dan sarana sekoalah.Satu minggiu setelah pengumuman murit-murit mulai sibuk mencari dan mendaftar ke Smp dan ada juga yang memilih untuk berhenti karena keterbatasan biaya.Demikian pula dengan dinda,dia mualai mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk ke Smp ternama yang ada dikota.Ayah dan ibu lina mengijinkan dinda untuk bersekolah di kota Karen mereka percaya di sana dinda bisa berkembang menjadi anak yang lebih pintar lagi.
“Ndok nanti kalau sudah di terima di sana kabari bapak karo ibu yo!”
“Injeh bune!”
“Iya ibu tenag saja disana ada asrama yang memang khusus untuk murit-murit ynag berasal dari luar kota kayak dinda ini.”
Malam itu menjadi malam terakhir dinda dan lina berada di kampung yang di juluki bilik bamboo itu,besok pagi mereka berdua harus ke kota untuk mengikuti tes.Hingga larut malam keluarga dinda bercengkrama bersama dengan lina.Tepat pukul lima subuh lina dan dinda di temani kedua orang tua dan saudara dekatnya mereka diantar ke bandara.mereka harus berangkat pagi karena pesawat yang dsudah di pesan sebelumnya berangjkat jam 9.30.Setelah menempuh perjalanan jauh sekitar pukul 8.45 keluarga dinda sampai di bandara.isak tangis mewarnai kepergian dinda.ibu dindapun sepertinya tak ikhlas melepas kepergian dinda.
“Bu guru saya titip dinda ya!tolong jaga dinda baik-baik ini pertama kalinya dinda naik pesawat bu.”
“Iya ibu,saya akan menjaga dinda dengan baik sesampainya kita disana kita akan mengirim surat untuk ibu sekeluarga.
Lina dan dindapun masuk kedalam pesawat.hampir 3jam di perjalanan wajah dinda pucat,entah karena baru pertama naik pesawat atau resah memikirkan tesnya?hanya dinda yang tahu jawabanya.Pesawat mendarat di bandara tepat pukul 14.25,banyak sekali orang-orang yang memadatiruang tunggu untuk menjemput keluarganya,dan yang ada di fikiran lina siapa ya yang akan menjemput lina?mungkin sopir?Lili!!!!!!!!!!!!Suara itu terdengar jelas di telinga lina,setelah dia menoleh ternyata mama dan papanya.lili merupakan nama panggikan kesayangan lina.
“Adu mama kangen banget sama adek!”
“Adek juga,oh ya ma kenalin ini dinda murit lili dari bau-bau”
“Dinda bu”
“Dia kesini mau ikut tes masuk Smp negeri 1 Samarinda ma”
“Ya sudah kita lanjutin bicaranya dirumah saja”
Satu minggu setelah kedatangan dinda sudah berlalu,03 Juni dihantarkan lina,dinda berangkat mengijuti tes,dengan segala persiapan dinda mulai mengerjakan soal.Hampir tiga jam lina mengunggu dinda.Dinda keluar dari ruangan dan menunggu di ruang tunggu untuk melihat hasil pengumumam.Jantung dinda berdebar sangat kencang,waktu seakan-akan tidak berjalan.Setelah satu jammenunggu hasiltes di umumkan dan ternyata nama dinda berada di urutan sepuluh besar dan dia berhak mendapat bea siswa pendidikan.Hati dinda senang sekalisaking girangnya dinda sampai menangis.Sesampainya di rumah lina dinda langsung menulis surat untuk orang tuanya dib bau-bau.Keluarga besar dinda menyambut dengan senang dan terharu atas kedatangan seuat dinda.Satu bulan setelah pengumuman itu dinda mulai aktif sekolah dan dinda mulai tinggakldi asrama bersama teman-teman dari luar kota lainya.


Judul :
Ilmuku dibalik bilik bamboo
Latar/setting :
Rumah lina”di dukuh tengah wetan”Samarinda.
Desa dinda”kepulauan bau-bau,desa blura”.
Pasar kota.
Sekolah Bilik Bambu.
Alur :
Alur yang ada dalam cerita”alur maju”.
Gaya bahasa :
Gaya bahasa yang digunakan”bahasa sehari-hari/bebas”.

0 komentar

Posting Komentar