CERPEN "KEKSUKSESANKU KARENA ISTERIKU"

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010



Kesuksesanku  KARENA  Isteriku
Entah mengapa aku rasa hari ini Matahari menyongsong dengan cepatnya, suara lembut dari mobil jaguar S-type 2008 dinyalakan pak supri di depan rumah mewah yang bercatkan cokelat itu sedang dipanaskan. Jarum jam menunjukan pukul 7.12 am, detik demi detik pun terus berdetak. Aku turun dari lantai dua dengan cepatnya sehingga suara sepatu yang aku gunakan menggema di seluruh ruangan. Meja besar dari kayu jati itu aku hampiri dengan lari-lari kecil. Banyak makan yang tersediah di atas meja besar itu tapi aku tidak akan sempat untuk memakan semuanya, dan aku merasa waktuku hanya cukup meminum segelas susu hangat. Dan langsung aku berpamitan dengan mencium tangan seorang wanita tua yang sedang duduk didepan meja besar itu, dan juga aku pun tidak lupa mencium kening wanita muda yang sangat cantik dan aku cintai disamping anak ku yang bersama-sama menyantap hidangan di pagi hari.
“Aku berangkat dulu assalamualaikum??” dengan berjalan meninggalkan meja makan.
“walaikumsalam” suara yang kudengar dengan samar sambil berlalu.
Aku memasuki mobil dengan cepat pak supri pun langsung menancap gas dengan perlahan tetapi dengan penuh tenaga. Dengan berjalan 60km/jam jaguar hitam berkilau ini akan menempuh 34 km selama satu jam 10 menit. Sepanjang perjalanan dalam mobil aku membaca koran yang tersedia di dalam mobil dari tadi pagi. Mobil berhenti dengan perlahan-lahan di ujung lampu merah. Macet pun menghadang perjalanan ku menuju kantor. Bosan dengan membaca koran aku mrnurunkan kaca mobil dan melihat-lihat keadaan di sekitarku.
Ada seorang anak menyusuri jalan raya dengan keringat disekujur badannya menawarkan koran kepada penumpang dalam mobil satu persatu.
“Pak koran pak,,korannya koran!!! Sambil menjulurkan tangannya pada setiap jendela mobil.
            “Adik,, korannya satu!” Sambil mengeluarkan uang dalam dompetnya.
            “Kembaliannya Pak!! Diulurkan tangannya
            “Ahh...tidak usah kamu ambil saja! Sambil menolak
            “Terima kasih Pak!! Senyum haru diberikannya
Sambil berlalu kulihat punggung anak kecil itu yang mengingatkanku pada masa kecil ku dulu yang hidup dijalanan yang begitu keras tanpa bimbingan orang tua disampingku.
**Hidup ku begitu keras, dari aku berumur 14th, aku bersama adikku ditinggalkan oleh ayahku. Ibu yang pekerja keras biasanya berkeliling untuk mencari barang-barang rongsokan demi sesuap nasi kami. Aku begitu suka sekali denngan buku-buku walaupun buku itu kami dapatkan dari rongsokan atau seorang dari kalangan yang rumahnya berada dikomplek seberang gubuk kami yang memberikannya. Ketika ayah ku masih hidup aku disekolahkan disebuah sekolah swasta yayasan sosial yang diperuntukkan bagi anak-anak jalanan. Tika adalah gadis seumuran ku yang selalu memberikan buku-bukunya pada ku untuk aku pelajari dan sering kali aku dibantu olehnya untuk mempelajari materi-materi dalam buku-buku tersebut. Dia begitu cantik dan baik hati. Setelah ayahku meninggal aku tidak diperbolehkan oleh ibu untuk bersekolah lagi karena menurutnya sekolah akan mengahabiskan biaya dan tidak menghasilkan apa-apa, menurutnya yang terpenting adalah bekerja untuk mendapatkan uang dan makan. Setiap hari aku bekerja dimulai dini hari jam 04.10 am setelah sholat subuh aku mengambil susu dan koran untuk aku kirimkan ke daerah komplek-komplek di Surabaya Barat. Setelah itu jam 07.00-10.00 am aku juga harus berjualan koran dipinggir jalan raya atau di perempatan lampu merah. Adikku pun dilarang oleh ibu untuk bersekolah, setiap hari dia hanya bia mengamen dipinggir jalan dan menyemir sepatu seorang yang sedang lewat di daerah kami. Aku benar-benar tidak tega melihat adikku yang masih kecil itu bekerja terlalu keras. Tanpa sepengetahuan ibu setiap kali aku selesai dengan pekerjaanku aku selalu bertemu Tika di gubuk pinggir sawah. Disana Tika dengan selalu tersenyum mengajariku tentang materi-materi pelajaran di sekolahnya. Kakeknya adalah seorang ketua yayasan sekolah swasta yang dulu aku bersekolah disana.
            “Rio,, apa kamu tidak ada niat untuk bersekolah lagi?”
            “Sebenarnya kamu pintar, dan dulu pun kamu sangat berprestasi dalam didalam sekolah, kenapa kamu tidak coba untuk menjelasakan apa keinginanmu pada ibu?” sambil menatap ku
            “Kamu kan tahu bagaimana ibu ku? Beliau akan sangat marah jika tahu aku berseklah lagi.” Selaku
Setelah Tika selesai mengajariku, kami pun pulang. Keesokan harinya bersamaan terbenamnya matahari ibu guru yang selalu membimbingku di sekolah dulu datang kerumah.
            “assalamualaikum??”samar-samar terdengar dari dalam kamarku
            “walaikumsalam,,ehh...ibu guru lama tidak bertemu bu?
            “ada apa ya bu, sampai repot-repot datang kegubuk kami?”sambil mempersilakan duduk.
“saya hanya ingin minta izin agar Rio diperbolehkan untuk bersekolah kembali!” dengan tatapan serius. Dan ibu hanya diam.
Ibu guru disini menjelasakan bahwa aku mempunyai prestasi yang cukup baik untuk bidang akademik dan juga ibu guru akan membantu agar aku mendapatkan beasiswa dari yayasan dengan syarat aku akan terus berprestasi dan menunjukan bahwa anak jalanan bisa berhasil dalam hidupnya dengan tidak mudah putus asa apa lagi dalam masalah pendidikan.
Setelah penjelasan dari ibu guru yang panjang dan lebar, ibu terdiam lama tidak bicara, dan akhirnya aku pun di panggil oleh ibu untuk keruang tamu.
            “Rio.....”terdengar suara yang keras, aku pun keluar kamar
            “Rio sini nak! Ibu mau bertanya sebentar” dengan memegang pundakku
            “Apakah Rio mau bersekolah lagi?”
            Dengan sedikit takut aku mengangguk “Heem......”

Ibuku tersenyum kecil, dan akhirnya ibu mengizinkaku untuk bersekolah kembali. Dan saat itu aku bertekat ingin menunjukan dan membanggakan ibu bahwa karaguan dan kekhawatiran ibu selama ini tidak akan pernah terjadi, aku akan menunjukan bahwa aku bisa berhasil menjadi orang yang sukses.
Hari demi hari, wakru demi waktu aku akan terus mengobarkan semangat belajar ku, merasa semakin pandai, dengan bertambahnya pengetahuan-pengetahuan yang baru aku dapatkan. Aku membagi waktu bekerja, belajar dan bersekolah. Dengan hasil prestasiku yang luar biasa. Ketua yayasan memberikanku hadiah beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ku dampai lulus sarjanah. Dan aku tidak menyia-nyiakannya. Setelah lulus aku pun diterima sebagai staff diperusahaan yang ternama di kota Surabaya. Tidak lama jabatanku diPromosikan. Selainitu aku membuka usaha dan perusahaan sendiri denga berbagai cabang dimana-mana.

**Saat ini aku berhasil untuk membanggakan orang tua ku. Disampaing kesukses seorang pria pasti ada campurtangan dari seorang wanita dan itu pun benar adanya. Bahwa Tika wanita baik hati dan cantik yang selalu membantuku meminta ibu guru untuk berbicara pada ibuku dan membujuknya agar aku dapat bersekolah kembali. Tika yang begitu perhatiaannya kepada setiap orang, sekarang adalah isteriku yang begitu sangat aku cintai.
Jangan pernah putus asa, karena dengan usaha yang keras dan berdoa kita pasti bisa meraih apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan. Dan restu dan doa dari orang tua dalah kunci segala kelancaran dan kesuksesan yang kita jalani.
**Tanpa kusadari mobil sudah berhenti didepan gedung perusahaan. Aku pun tersadar dari lamunan dan bayang-banyang masa laluku. Kutarik pembuka pintu itu dan keluar dari dalam mobil. Dengan berjalan dengan sedikit membenarkan baju ku yang tertekuk karena bersandar didalam mobil tadi aku memasuki pintu utama perusahaan yang aku dirikan dengan pantang menyerah dan usaha keras yang aku jalani separuh abad umurku ini.

_The end_
Diah kartini (091024242)

0 komentar

Posting Komentar