Cerpen "Mengubur Asa"

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010

Mengubur Asa
Moch Fadzoli
091024240
tp2009b
cerpen 

Di sebuah perkampungan terdapat seorang remaja yang rajin dan pandai sebut saja ia Andi. Andin berasal dari keluarga yang kurang mampu,meskipun demikian Andi tidak pernah mengeluh dengan keadaan kehipanya malahan ia selalu bersemangat dalam menjalani setiap aktifitasnya,
Setiap berangkat sekolah Andi selalu di hampiri oleh teman Akrabnya yang juga satu SMA denganya “Ayo Andi kita berangkat” kata Beni, sahut Andi “bentar Ben”mereka berdua berangakat bersama menuju sekolahnya yang lumayan jauh dari rumah Andi “sepertinya kita berangkat kepagian lagi”kata Andi sebelum sampai kehalaman sekolah saat melihat keadaan masih sepi. “Kita itu memang anak yang displin ya kelas belum dibuka saja kita udah datang”gurauan Beni sambil tertawa lepas…Ahh kamu bias Ben”sahut Andi.sambil duduk-duduk di halaman depan kelas mereka berbicara tentang ujian Akhir Nasioanal yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini..
“Aku deg..degan ni An tidak terasa Ujian nasioanal akan di lakasanakan seminggu lagi”sambil melamun,,”…tenang saja lah Ben sebelumnya kita kan sudah mempersiapakan diri kita untuk mengahadapi UAN nanti” kata andi sembil memeggang pundak Beni..Andi berkata sambil merangkul tubuh Beni “ayo kita ke kelas anak-anak uadah banyak yang datang”
Sepulang dari sekolah  beni  mengantarkan langsung bergegas pulang menuju rumah , setelah mereka sampai dirumah Andi, beni langsung bergegas menuju rumahnya”aku pulang dulu ya An” kata beni kepada Andi,,,ibu Andi keluar dari Rumah “apa ga istirahat dulu di rumah???” kata ibu Andi kepada Beni “makasih bu aku langsung pulang aja”sahut beni sambil menyalakan motornya.
Mendadak cuaca menjadi mendung dan kelihatanya mau hujan, setelah menganti baju seragamnya..andi beranjak dari kamarnya untuk menuju teras rumahnya sambil membawa buku untuk dipelajari “bapak belum pulang dari ladang ya buk???”kata Andi sambil menatap ibunya yang juga sedang duduk disamping Andi,”belum nak” paling sebentar lagi juga pulang”sahut ibunya..
Andi meletakan bukunya diatas meja dan berniat untuk membantu ayahnya yang sedang berkebun.”tak usah lah nak!sebentar lagi kan  kamu akan melakasanakan UAN jadi tidak usah membantu pekerjaan bapakmu dulu” kamu belajar aja dirumah biar biar nanti dapat nilai yang baik”kata ibu Andi.
Setiap malam Andi belajar dan tidak lupa juga setiap malam Andi melakukan Sholat tahajut.untuk meminta kemudahan dalam melaksanakan UAN nanti
Samapai hari pertama UAN di laksanakan.seperti biasa Andi selalu di hampiri oleh temanya, “bu doakan saya agar nanti dalam melakasankan UAN diberikan kelancaran”kata Andi sambil mencium tangan ibunya.
setelah satu minggu UAN dilaksanakan Andi tinggal menunggu hasilnya, sembari menunggu penggumuman sehari-harinya Andi membantu Ayahnya untuk berladang,,sering kali waktu Beni pun juga berkunjung ke rumahnya,,”gimana rencana mau ngelanjutin kuliah kemana” kata beni kepada Andi,,aku belum tahu ben rencanya sich ingin melanjutkan keperguruan tinggi.
Kertika hasil UAN di umumkan di sekolahnya Andi dean Beni pun dapat lulus dengan nilai yang baik,setelah ,Andi pulang kerumah dengan perasasaan yang sangat senang,disela-sela kebahagianya itu Andi masih memikirkan tentang keinginanya untuk melanjutkan pendidikanya
“Bu Aku lulus dengan nilai yang baik”denagan penuh semangat Andi menggumkan hasil kelulusanya pada ibu dan Bapaknya”
“bapak dan ibu bangga padamu nak”kata kedua orang tuanya “gimana pak??sebenernya Andi ingin sekali melanjutkan pendidikan Andi ke perguruan tinggi,,kata andi sambil menatap mata ayahnya “maaf nak sepertinya kamu batalkan dulu keinginanmu untuk melanjutkan keperguruan tinggi,,maafin bapak nak dan bapak dan ibu tidak sanggup membiayai kuliahmu” kata bapaknya sambil memegang pundak Andi.
Terpakasa Andi harus menggubur keinginanya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang selalu diimpikanya,,sayang anak yang pintar seperti Andi tidak bisa melanjutkan pendidikanya karena keterbatasan biaya karena keterbatasn biaya itulah sekarang Andi hanya bekerja sebagai buruh disebuah toko, terpaksa Andi harus menggubur Asanya.

0 komentar

Posting Komentar