BINTANG YANG BERSINAR
“Bapak....Bapak....Bapak... teriak Bintang dalam mimpinya
“Bintang, bangun nak” kata Ibunya sampil membangunkan Bintang
Dan Bintang pun terbangun di terkejut karena Ibunya ada didepannya
“Bintang, kamu mimpi bertemu Bapakmu lagi ya” kata Ibunya dengan halus
Bintang pun menangis
“Bintang, kamu harus bisa merelakan Bapakmu, karena Bapakmu sudah tenang disana” tambah Ibu Bintang
“iya Bu” jawab singkat Bintang
“ya sudah sekarang kamu bangun dan cepat mandi terus makan” kata Ibunya
Ibunya langsung meninggalkan Bintang dan Bintang pun masih memikirkan pesan Bapaknya sebelum Bapaknya meninggal
“Bintang, kamu laki-laki, kamu harus bisa menjaga Ibumu dan kedua adikmu. Karena Bapak harus pergi meninggalkan keluarga ini” kata Bapaknya
“Bapak mau kemana” jawab Bintang dengan polos
“Bapak mau pergi jauh, dan kamu harus menjaga ibumu dan kedua adikmu. Bapak yakin kalau kamu akan bisa menjai Bintang Yang Bersinar dikemudian hari nanti” kata Bapaknya
“iya Bapak, Bintang janji akan menjaga Ibu dan adik-adik. tapi Bapak mau pergi kemana” jawab Bintang sambil menangis
“terima kasih Bintang, dengan begini Bapak bisa pergi dengan tenang” kata Bapaknya sambil memeluk Bintang
“iya Bapak, tapi Ba...”
Sebelum Bintang selesai berbicara Bapaknya langsung menaruh kepalanya ke pundak Bintang dan Bintang pun menbangunkan Bapaknya, tapi apa boleh buat akhirnya Bapaknya meninggal dalam pelukan Bintang. Bintang pun terus membangunkan Bapaknya sambil menagis, karena mengetahui Bintang menagis dengan kencang, Ibu dan kedua adiknya pun menuju Bintang. Ketika Ibunya mengatahui kalau Suaminya meninggal Ibunya langsung pingsan.
Suara pintu kamar terbuka dan Ibunya membangunkan Bintang dalam lamunanya. Bintang pun terkejut karena tiba-tiba Ibunya datang dan langsung membangunkan Bintang dalam lamunannya.
“Bintang, sudahlah, kamu harus bisa mengiklaskan Bapakmu, karena dengan begitu Bapakmu bisa pergi dengan tenang” kata Ibunya sambil mengingatkan Bintang terus
“iya Bu, tapi...” kata Bintang. Belum selesai berbicara Ibunya memotong pembicaran
“sudah, sekarang cepat mandi dan langsung makan, sudah ditunggu adik-adikmu dari tadi” kata Ibunya
“iya Bu” jawab Bintang denag singkat dan langsung bergegas kekamar mandi dan menemui adik-adiknya untuk makan pagi
****
3 tahun setelah kepergian Bapaknya, Bintang sudah bisa bersemangat lagi karena Ibunya yang selalu meyemangati Bintang agar dia bisa mengiklaskan kepergian Bapaknya.
Bintang adalah anak telahir dari keluarga yang sederhana. Tiap sehabis pulang sekolah Bintang selalu membantu Ibunya menjualkan roti bakarnya dan dia mempunyai Sahabat disekolahnya yaitu Chiko. Chiko adalah anak ang terlahir dari keluarga yang sangat mampu tetapi dia selalu membatu Bintang saat Bintang sedang dalam keadaan susah. Disekolah Bintang dan Chiko selalu memanfaatkan waktu untuk pergi keperpustakaan. mereka sekarang sedang duduk dibangku kelas 1 SMP.
Keesokan harinya Bintang dan kedua adiknya berangkat sekolah bersama karena jarak sekolah mereka sangat dengan begitu Bintang bisa melindungi kedua adiknya. Sesampai di sekolah Bintang langsung masuk kelas dan Chiko disana sudah menunggu didepan kelas. Bel berbunyi pertanda masuk kelas. Bintang dan Chiko langsung duduk dibangku dan mendengarkan guru menjelaskan materi. Beberapa jam telah berlalu. Bel istiraha berbunyi Bintang dan Chiko langsung menuju kanti karena mereka sudah terasa lapar. Mereka langsung memesan makanan dan menungu di taman sambil mengobrol. Beberapa menit merka menungu akhirnya makanan yang dipesan pun datang. Bintang dan Chiko langsung menyatapnya karena mereka sudah terasa lapar. Selesai makan mereka melanjutkan pembicaraan yang tadi sambil menunggu bel berbunyi. Akhirnya bel berbunyi mereka berdua masuk kelas dan langsung mendengarkan guru memberikan materi. Beberapa jam kemudian akhirnya bel pulang sekolah berbunyi. Bintang dan Chiko bergegas pulang. Sesampai dirumah Bintang langsung membersihkan badannya dan meminta rori bakar ke Ibunya untuk dijual. Setelah itu Bintang langung pamit dan bergegas menjual roti bakarnya ketempat keramaian.
“Roti..Roti..Roti... Buk, Pak... Roti bakarnya... enak lho...” kata Bintang sambil menawarkan roti bakar buatan Ibunya.
Tiba-tiba hujan turun dengan deras. Bintang pun tetap berusah menjual roti bakarnya. Tapi karena hujan yang begitu deras akhirnya Bintang mencari tepat untuk berteduh. Bintang pun hanya duduk-duduk saja. Lama kelamaan Bintang mulai bosan dia mencari ide. Dan akhirnya dia menemukan ide untuk mengamen saja, karena dari pada nanti dia tidak pulang tidak membawa hasil maka dari itu lebih baik bBintang ngamen dibis-bis saja. Setelah menemukan ide itu Bintng langsung bergegas melaksanakannya. Dia pun mencari bis berhenti. Setelah mendapatkan bis dia masuk dan lagsun ngamen
Biayarkan ku memelukmu...
Memanjakanmu...
Tidurlah kau dipelukku
Dipelukku....dipelukku...
setelah ngamen di bis-bis bintang pun mendapatkan uang. Dan dia beristirahat karena hujan masih turun denga deras. Ketika sedang beristirahat ada seorang Ibu-ibu mendekat, ternyata dia juga mencari tempat untuk berteduh. Ibu itu pun mengajak Bintang berbicara.
“hay dek, lagi ngpain disini” kata Ibu itu
“iya nich Bu, lagi berteduh” jawab Bintang
“nama adek siapa” tanya Ibu itu
“Bintang, Bu, kalau Ibu sendiri” jawab Bintang
“nama Ibu Mawar,” jawab singkat
“ngomong-ngomong Bintang, bawa apa itu” tanya Ibu Mawar lagi
“oh ini Bu, (sambil menunjukan) ini roti bakar bu, buatan Ibu saya sendiri” jawab Bintang
“coba ibu lihat (Bintangpun menunjukan roti bakar itu) boleh ibu coba” kata Ibu Mawar
“oh, boleh Bu, silakan” jawab Bintang dengan senang hati
Ibu Mawar pun mengambil dan langsung mencoba roti bakar tersebut. Ibu Mawar sangat senang dengan roti bakar itu.
“wah, enak sekali ya Bint, ibu beli semua ya. Mumpung dirumah banyak keponakan ibu” kata Ibu Mawar
“wah boleh bu dengan senang hati” jawab bintang denga gembira
Ibu Mawar langsung mengambil dan memberikan uangnya. Ketika sedang membayar tiba-tiba ada mobil berhenti dan Ibu Mawar langsung menuju sana dan meninggalkan Bintang. Bintang pun langsung lari menuju rumah sambil hujan-hujan, karena dia sangat senang akhirnya dagangannya bisa habis terjual. Sesampai dirumah Bintang segera memberitahu Ibunya dan Ibunya sangat senang dengan kerja keras Bintang.
***
Keesokan harinya seperti biasa Bintang berangkat sekolah bersama adik-adiknya. Sesampai disana di duduk-duduk ditaman terlebih dahulu. Saat sedang duduk Chiko menghapirinya. Saat sedang asik mengobrol bel masuk berbunyi. Bintang dan Chiko segera masuk kelas dan menunggu guru masuk dan memberikan materi yang akan disampaikan. beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi. Bintang dan Chiko seperti biasa langsung menuju kantin. Sesampai disana mereka memesan makanan. Dan langsung duduk ditemapt yang disediakan. Ketika sedang asyik menunggu dan berbicara Bintang dapat panggilan kekantor. Dia langsung menuju kantor dan menemui Ibu Wali Kelas. Sesampai disana Bintang diberikan surat. Bintang sangat terkejut karena mengapa diharu diberi surat itu. Setlah menerima surat itu, Bintang langsung kekamar mandi dan membaca surat itu, dia sangat terkejut karena dia mendapat surat untuk segera melunasi SPP selama 3 bulan. Bintang pun langsung menuju kelas dan mengambil tasnya untuk pulang kerumah. Chiko yang dari tadi menunggu Bintang, sudah merasa capek dan akhirnya Chiko segera masuk kelas dan mencari Bintang. Tetapi Bintang sudah tidak ada. Chiko mencarinya dan di diberitahu temannya kalau Bintang sudah pulang.
Sesampai dirumah Bintang langsung meminta roti bakarnya tanpa membersihkan badanya terlebih dahulu. Ibunya pun langsung memberikan roti bakarnya dan Bintang segera menjual roti bakar tersebut. Selain menjual roti bakar Bintang juga ngamen ke bis-bis karena dia berusaha mencari uang buat membayar SPP. Bintang melakukan hal itu sampai jam menunjuka angka 9 padahal biasanya hanya sampai jam 5. Ibunya pun sangat cemas. Setelah jam menuju angka 9 Bintang segera pulang. Sesampai dirumah Bintang tak menemukan Ibunya dirumah tetapi dia malah menemukan surat pemebritahuan untuk membayar SPP milik kedua adiknya. Bintang sangat sedih jika dalam waktu 2 minggu tidak bisa membayar maka dia dan adik-adiknya tidak bisa melanjukan sekolah. Bintang langsung masuk kamar dan mencari ide buat membawar SPP sebesar 500rb. Beberapa menit Bintang mencari ide akhirnya di menemukannya. dan Bintang tinggal menunggu hari esok untuk mencari uang buat membayar SPP.
***
Keesokan harinya seperti biasa Bintang dan kedua adiknya berangkat sekolah bersama. Tetapi ketika sudah samapi disekolah Bintang tidak masuk kesekolahannya dia malah pergi dan mencari tempat untuk berganti baju. Setelah berganti baju Bintang ngamen sambil menjual koran. Beberapa jam kemudian ketika para siswa sudah pulang sekolah Bintang langsung berganti pakaian sekolah kembali dan langsung pulang kerumah. Sesampai dirumah seperti biasa Bintang meminta roti bakar dan segera menjualnya tanpa membersihkan badannya terlebih dahulu. Setelah roti bakar itu diberikan Bintang segera pamit dan langsung keluar mencari temapt yang ramai agar roti bakarnya habis terjual. Selain menjual roti Bintang masih tetap saja ngamen. Waktu sudah menunjukan jam 9 Bintang langsung pulang kerumah untuk beristirahat.
Sudah 1 minggu lebih Bintang selalu melakukan hal itu dan dia juga tak pernah masuk sekolah karena di harus berusaha mencari uang agar Bintang dan Adik-adiknya bisa tetap bersekolah.
Ketika sedang ngamen di bis, Bintang bertemu dengan Ibu Mawar. Bintang sangat terkejut mengapa Ibu Mawar harus naik bis, padahal Ibu Mawar mememiliki mobil pribadi. Setelah ngamen Bintan langsung turun dan Ibu Mawar juga ikut turun. Dan mereka berdua langsung duduk di taman dan berbincang-bincang.
“sore Bint,” kata Ibu Mawar
“sore juga Bu, tumben naik bis” tanya Bintang
“iya nich, tadi mobil Ibu mogok, dan nungu taksi ga lewat-lewat ya sudah naik bis aja dech. Roti bakar kamu masih Bint, Ibu lapar nich” kata Ibu Mawar
“ow masih Bu, tapi tinggal sedikit” jawab Bintang
“ya sudah sini ibu, beli” kata Ibu Mawar
“silakan Bu” jawab Bintang sambil memberikan roti bakarnya
Setelah mengambil roti bakar, langsung dimakan roti bakar tersebut, sambil mengajak ngobrol Bintang
“Bint, ngomong-ngomong tadi suara kamu enak juga ya” puji Ibu Mawar
“ga juga Bu,”jawab Bintang
“iya beneran lho, sura kayak gitu kalau ga kamu manfatin mubazir lho Bint” kata Ibu Mawar
“maksudnya Bu” Bintang bingung dengan ucapan Ibu Mawar
“maksudnya kenapa kamu ga ikut audisi saja, kamu kan memiliki suara yang bagus” kata Ibu Mawar
“pengenya sich gitu Bu, tapi jau banget” jawab Bintang
“kamu beneran pengen ikut, Bint” tanya Ibu Mawar
“iya Bu,” jawab singkat Bintang
“ ya sudah, besok Ibu tunggu disini jam 8 kalau kamu pengen ikut audisi itu” kata Ibu Mawar
“beneran Bu, oke Ibu, besuk saya tunggu disana” jawab Bintang
Setelah selesai mengobrol, Ibu Mawar langsung naik bis dan meninggalkan Bintang. Bintang dengan senang hati langsung berkerja lagi dan tidak sabar untuk menunggu hari esok. Setelah jam menunjukan angka 9 Bintang langsung pulang kerumah dan tidur untuk menunggu hari esok.
***
Keesokan harinya Bintang dengan semangat langsung bergegas mandi dan sarapan. Langsung berangkat sekolah, tetapi sesampai disekolah Bintang langsung pergi ketaman untuk menemui Ibu Mawar. Beberapa Jam Bintang menunggu Ibu Mawar, Ibu Mawar tidak muncul-muncul, ketika jam menunjukan setengah 9 Ibu Mawar baru datang, Bintang sangat senang. Setelah itu, Ibu Mawar langsung mengajak Bintang naik kemobilnya dan langsung menuju temapt audisi.
4 jam mobil itu meluncur akhirnya Ibu Mawar dan Bintang sampai juga ketempat audisi. Disana Bintang menunggu panggilan. Dia sangat cemas apakah dia bisa lolos audisi. Beberapa jam akhirnya Bintang dipangil juga. Dan Bintang menyanyikan sebuah lagu. Setalah menyanyi Bintang langsung keluar dan menunggu hasil pengumuman. Beberapa jam kemudian hasil pengumuman audisi di beritahukan dan Bintang pun lolos ketahap berikutnya dan dia berhak pergi ke Jakarta untuk mengikuti audisi selanjutnya.Setelah itu, Bintang langsung memberitahukan ke Ibu Mawar yang menunggu di Mobil. Ibu Mawar sangat senang dan setelah itu mereka langsung pulang kekampung halaman.
Sesamapi dirumah Bintang, Ibu Mawar langsung pulang, dia tak mampir terlebih dahulu dirumah Bintang. Ketika masuk rumah, Bintang sangat terkejut karena dirumahnya sudah ada Chiko yang menunggu.
“malam Chik” sapa Bintang
“malam juga, habis dari mana Bint? Kok baru datang” tanya Chiko
“iya ini baru saja. Ada keperluan sama seseorang” jawab Bintang
Ibu Bintang pun langsung memotong pembicaraan Chiko dan Bintang
“Bint, kemana saja kamu selama ini, kata Chiko kamu tak pernah masuk sekolah” tanya Ibunya
Bintang diam saja
“Bint, jawab pertannya Ibu, kemana saja kamu selama ini dimana, kenapa tidak masuk sekolah” tanya Ibunya
“maafkan Bintang Bu, Bintang selama ini mencari uang untuk membayar SPP adik-adik” jawab Bintang sambil bersedih
“apa Bintang” Ibunya sanag terkejut
“iya Bu, maafkan Bintang” kata Bintang
“Bintang sebenernya Ibu yang salah mengapa harus menyuruh kamu berkerja, padahal kamu harus berusaha” kata Ibunya
“ga papa Ibu, ini sudah kewajiban Bintang sebagai anak laki-laki” kata Bintang
“iya Bintang, perbuatan kamu ini bagus, tapi Ibu mohon jangan ulangi lagi ya” kata Ibunya
“iya Bu” jawab singkat
“ya sudah bsok kamu harus sekolah” kata Ibunya
“tapi bu...”
Chiko memotong pembicraan Ibu Bintang dan Bintang
“sudahlah Bintang, uang SPP kamu sudah aku lunasi kok” kata Chiko
“apa Chik” Bintang sanag terkejut
“iya Bint, sudah aku lunasi” jelas Chiko
“Chik, bagaimana cara aku membalas kebaikanmu ini” kata Bintang sambil memluk Chiko
“sudahlah Bint, aku adalah sahabatmu,” kata Chiko
Setelah mereka lama berbicara dan hari sudah malam, Chiko langsung pamit dan pulang sekolah karena besok harus sekolah.
***
Keesokan harinya ketika Bintang mau berangakt sekolah, Bintang melihat Ibunya gelisah, dan Bintang langsung mendekati Ibunya
“Ibu kenapa” tanya Bintang
“tak apa-apa Bint” jawab singkat Ibunya
“Ibu jangan merahasikan sesuatu kepad Bintang donk” kata Bintang
“Ibu masih bingung bagaimana bayar SPP buat adik, ya” tanya Bintang
“iya Bu,” jawab singkat Ibunya
“ini Bu, Bintang ada uang untuk membayar SPP adik-adik” kata Bintang sambil memberikan uang kepada Ibunya
“apa ni Bintang” tanya Ibunya
“ini uang untuk membayar SPP adik-adik Bu” jawab Bintang
Ibunya langsung memeluk Bintang dan menangis.
“makasih Bintang, tak sepantasnya kamu seperti ini” kata Ibunya
“sudalah Bu, sekarang Bintang mau berangkat sekolah dulu” kata Bintang
Setelah itu Bintang berangkat sekolah. dan sesampai disana Bintang langsung masuk kelas dan mendengarkan guru memberikan materi
***
1 bulan kemudian setelah lama Bintang menunggu agar dia bisa berangakat ke Jakarta akhirnya terlaksana juga. Ibu Mawar pun menjemput dirumahnya. Kali ini Bintang berangkat bersama Ibunya dan kedua adik-adiknya. Beberapa jam akhirnya Bintang samapi juga di Jakarta. Disana dia langsung menuju ketempat audisi. Sesamapi disana Bintang merasakan hal yang sama seperti dulu. Dia sangat deg-degan. Dia menunggu panggilan. Dan ketika Bintang di panggil Bintang sanag grogi dia berusah untuk menyanyi dengan baik, dan hasilnya sangat memuaskan. Bintang masuk menjadi peserta dalam ajang tersebut. Bintang sanagt senang dia langsung memebritahu Ibunya dan Ibu Mawar. Mereka sangat senang. Setelah itu mereka harus kembali kekampung halamannya karena persaingan akan dilanjutkan 2 bulan lagi.Setelah beberapa jam merka melakukan perjalanan. Akhirnya sampai juga kekampung halaman. Dirumah Bintang sudah disambut oleh Chiko
“Bint, selamat ya akhirnya impian kamu dapat terwujud juga” kata Chiko
“iya Chik, sama-sama” jawab Bintang
Mereka berbincang-bincang sangat asyik. Sampai tidak tau kalau hari sudah malam dan Chiko harus pulang dan Bintang harus beristirahat karena telah melakukan perjalanan jauh. Keesokan harinya setelah pulag sekolah Bintang langsung kemakam Bapaknya. Karena berkat Bapaknya motivasi yang diberikan Bapaknya dulu dapat membantu Bintang meraih apa yang diinginkan.
***
2 bulan kemudian Bintang dan Ibunya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti ajanag nyanyi tersebut. Adik-adiknya pun dititipkan ke Ibu Mawar karena Ibu Mawar sudah dia anggap sebagai saudara. Beberapa jam perjalanan akhirnya Bintang dan Ibunya samapi juga di Jakarta. Sesamapi disana Bintang dan Ibunya dipersilakan istirahat. Karena besok harus memulai ajang nyanyi tersebut.
Ajang nyanyi tersebut dimulai, Bintang pun berusaha untuk mendapatkan impiannya. Minggu demi minggu Bintang bertahan dan akhirnya Bintang berhasil masuk final. Ketika di final Bintang sanag deg-degan karna apakah dia berhasil mendapatkan Impiannya itu.
Setelah memasuki babak Final, Bintang pun berusaha mati-matian untuk mendapatkan juara. Dan ketika pembawa acara tersebut mengumumkan Bintang sangat degdegan
“dan pemenangnya adalah.... Bintang....” kata pembawa acara tersebut
Bintang pun bersujud syukur karena dia berhasil mendapatkan impiannya tersebut, dan Ibunya terharu karena anak laki-lakinya dapat meraih apa yang diingikan Bapak Bintang dan Bintang. Akhirnya Bintang mendapatkan beasiswa selama 3 tahun dan mendapatkan uang 50 juta. Bintang sangat senang karena dia sudah tidak perlu ngamen dan menjual roti bakar lagi.Setelah Bintang mendapatkan juara itu. Dan harus tinggal di Jakarta selama 2 minggu.
2 minggu berjalan akhirnya Bintang sudah bisa pulang kekampung halaman. Dia sangat senang karena bisa menjenguk makam Bapaknya lagi. Perjalanaan beberapa jam akhirnya Bintang sampai juga dirumahnya, disana Bintang disambut oleh Ibu Mawar, Chiko, adik-adiknya. Setelah sampai dirumah Bintang langsung menuju makam untuk memberitahu Bapaknya kalau Bintang dapat meraih apa yang diinginkan Bapaknya dan Bintang.
Selesai dimakam, Bintang langsung pulang beristirahat. Tetapi disana ada Ibu Mawar dan Chiko untuk memberikan selamat
“Bintang, selamat ya akhirnya impianmu tercapai juga” Kata Chiko dan Ibu Mawar
“iya sama-sama, ini juga berkat kalian, tanpa kalian Bintang ga bisa menjadi seperti ini” jawab Bintang
“iya Bint, tapi memang suara kamu bagus, makanya kamu berhasil” kata Chiko
“betul itu kata Chiko” tambah Ibu Mawar.
Mereka berbicara samapi hari sudah sore, setelah itu Ibu Mawar dan Chiko pamit pulang. Setelah mereka pulang Bintang beristirahat.
Selanjutnya ketika malam hari Bintang sedang duduk di teras, Ibunya mendekat dan mengajak ngobrol Bintang
“Bintang, maafkan Ibu, karena Ibu sudah menyuruh kamu berkerja” kata Ibunya
“tidak Bu, ini sudah kewajiban Bintang, sudalah Bu” jawab Bintang
“iya Bint, tapi karena Ibu, kamu tidak bisa bermain seperti anak-anak yang lain” kata Ibunya
“sudalah Bu, ini semua juga keingin Bintang” kata Bintang
Ibu Bintang langsung memeluk Bintang dan menangis di pundak Bintang sambil mengucapakan
“Bintang akhirnya kamu bisa menjadi Bintang yang bersinar, sesuai dengan keiginan Bapakmu”
Setelah itu Ibu Bintang menemui adiknya sedangkan Bintang langsung masuk kamar dan melihat foto Bapaknya sambil mengucapakan
“Bapak, Bintang sekarang sudah menjadi sesuai dengan ke inginan Bapak yang dulu. Bintang sudah menjadi Bintang Yang Bersinar. Tapi Bintang akan janji kalau Bintang tak akan menjadi sombong karena Bintang tau kalau semua ini hanya sementara. Dan Bintang akan selalu menyinari keluarga ini sesuai dengan keinginan Bapak. disini Bintang akan selalu menjaga Ibu dan Kedua Adik Bintang karena Bintang sudah berjanji dengan Bapak.”
Sambil melihat foto bintang menangis dan membayanagkan andaikan Bapaknya juga bisa merasakan kebahagiaan yang diperoleh Bintang sekarang ini. Bapak doakan Bintang
“semoga Bintang selalu menjadi Bintang Yang Bersinar selalu”
^_^ the and ^_^