MAHASISWA dan MORAL (Wajah Mahasiswa Saat Ini)

Diposting oleh DUNIA TP 2009 B Selasa, 25 Mei 2010

MAHASISWA dan MORAL

(Wajah Mahasiswa Saat Ini)

BY : AHMAD FADOLI
091 024 222
TP 2009 B


Mahasiswa FIP " kritis idealis dan peduli pendidikan’’. itulah pekikan suara lantang mahasiwa baru dalam Acara PKKMB. semangat mereka hampir mengalahi semangat perjuangan mahasiswa dalam mengisi era di bangsa ini, tapi sayang hal ini tidak ada tindak lanjut yang membuat bangsa ini gembira. kenapa?, ketika bangsa ini membutuhkan sumbangsih pemikiran dari mahasiswa yang katanya kaum intelektual dan bisa berfikir rasional dengan disiplin ilmunya tak mampu menorehkan pemikiran dan gerakan nya untuk bangsa ini! lalu apa arti dari yel-yel tersebut? Yang lebih lucu lagi Ada teriakan " satu komando satu tujuan..." tujuan apa? lalu bagaimana mencapai tujuan itu? sungguh kata-kata yang tidak dapat di pertanggung jawabkan untuk masa ini! alangkah lebih bertanggung jawab apabila kata-kata / yel-tel itu di terjemahkan dengan sebuah aktivitas pemikiran dan di perkuat dengan akhlak dan moral yang baik serta adanya gerakan pembaharuan!.

Fulan (bukan nama sebenarnya), dia salah satu mahasiswa di FIP Unesa, sedang asik memutar-memutar rokok disela jari-jarinya sambil sesekali menghisapnya lalu menyemburkannya sehingga menjadi bulatan kepulan asap yang pastinya menambah jumlah polusi udara di Surabaya. Fulan kala itu sedang menunggu jam mata kuliah kedua, celananya yang robek dengan kaos yang cukup kusam pula, ditambah anting dikuping membuat fulan lebih mirip seorang preman pasar ketimbang seorang mahasiswa yang menyandang predikat kaum intelektual.

Nah, yang ini namanya Salma (juga bukan nama asli). Mahasiswi yang satu ini adalah gadis yang cantik, dandanannya sangat modis dan seksi, membuat para kaum adam yang memandangnya berfantasi. Seperti biasa Salma dan kawan-kawan se-genk-nya sedang kumpul disalah satu kantin kampus, trend mode rambut, pakaian, dan asesoris yang sedang update saat ini serta tempat-tempat hangout favorit, biasa menjadi topik diskusi utama serta tema kongkow mereka. Padahal Salma dan kawan-kawannya itu mengambil jurusan komputerisasi akutansi, yang jelas tidak pernah berlaian antara mata kuliah dengan topik bahasan mereka setiap kali bertemu kawan-kawannya.

Lain halnya dengan Waluyo (nama samaran), mahasiswa rantau yang barangkali tampak terasing di kalangan mayoritas teman-temannya. Tapi ada yang tampak unik darinya, disaat teman-teman kuliahnya menghabiskan waktu di tempat-tempat hangout seperti kafe, bar atau diskotik, Waluyo justru membagi waktunya untuk mengajar anak-anak jalanan pada salah satu rumah singgah disela-sela rutinitasnya yang padat sebagai mahasiswa dan aktifis kampus.

Itulah realitas mahasiswa. Padahal, mahasiswa adalah kaum intelektual, generawsi pembaharu, agen of change, sekaligus oposisi pemerintah yang paling independen. Begitulah kira-kira image yang melekat pada mereka yang menyandang predikat mahasiswa. Begitu hebat itu sehingga icon kampus, tempat mereka belajar, selalu diidentikan dengan komunitas perubahan. Karena memang catatan sejarah telah mengukir para mantan mahasiswa yang telah mengoptimalkan fungsi dan perannya dengan baik, tapi kini....?

Mari kita tengok bersama kondisi mahasiswa saat ini melalui ilustrasi diatas yang memang menjadi karakter dominan mahasiswa kita. Fulan dan Salma mewakili entitas kebanyakan mahasiwa saat ini, ditengah kurungan kemajuan tehnologi serta modernisasi peradaban yang menamakan diri sebagai globaliasasi, Figur-figur pemuda/mahasiswa dalam dunia tanpa batas ternyata lebih mudah membentuk pribadi-pribadi konsumtif pada segala hal. Mahasiswa sekarang seakan kehilangan identitasnya, sikap ramah dan rasa sosial serta akhlak dan moral yang tinggi yang pernah dimiliki pemuda bangsa ini yang notabene adalah bangsa timur mulai hilang dan berganti sikap apatis, individualistik dan tidak jarang anarkis.

Keadaan mahasiswa yang seperti ini pastinya berimbas pada kualitas SDM para lulusanya. Bahkan kenyataanya kini, kebanyakan mereka yang telah menyandang status sarjana justru menjadi pengangguran, dan luntang-lantung tidak jelas. Mereka kurang memiliki life skill, akibatnya membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia ketika masa kuliah dahulu.

Namun ditengah kebanyakan mahasiswa kini yang sangat suka menyia-nyiakan waktu, masih ada sebagian mahasiswa layaknya Waluyo seperti pada ilustrasi diatas, sadar akan fungsi danperannya sebagai mahasiswa dan manusia. Mau peduli dan berbagi ilmu yang dimilikinya kepada mereka yang kurang beruntung.

Singkatnya, negeri ini sedang sakit, Lahirnya generasi baru dengan kualitas SDM yang baik adalah salah satu obat penawar rasa sakit tersebut, dan obat itu ada pada kita, para mahasiswa yang berintelektual, bermoral dan berakhlak. Dengan demikian, maka sudah saatnya kalian, para mahasiswa kebanyakan seperti Fulan dan Salma melakukan introspeksi,  membenahi sikapnya dengan akhlak dan moral yang baik serta mengurangi hal-hal yang kurang layak dilakukan oleh mereka selaku mahasiswa, apalagi mereka berada pada fakultas pendidikan yang tak lain adalah calon pendidik. Sebelum semuanya terlambat, sebelum segalannya berubah menjadi penyesalan.

0 komentar

Posting Komentar